SIKAP DAN POLA PIKIR PELEMAH SYAHWAT KESUKSESAN

SIKAP DAN POLA PIKIR PELEMAH SYAHWAT KESUKSESAN

PART #1 – LEBAY DALAM MENGISTIMEWAKAN  (MEMUJA) ORANG LAIN

Kita harus memilki Role Model atau orang yang kita anggap hebat dalam hidup kita dan kita ingin seperti dia. Namun yang tidak boleh adalah terlalu berlebihan menilai orang lain atau memuja kehebatan orang lain sehingga seolah dalam pikiran kita bahwa kita tidaklah pantas untuk sukses seperti orang yang kita kagumi itu.

Mengagumi boleh tapi terlalu mengagumi hingga potensi terbaik kita tidak muncul itulah yang amat disayangkan. TER-LA-LU! Termasuk juga ketika kita mengagumi ulama tertentu karena keshalehan dan ilmu ulama tersebut. Namun karena teramat mengaguminya, kita seolah tidak akan pernah bisa seperti ulama tersebut baik dalam level ilmu maupun kesalehannya. Inilah yang salah!
Seharusnya yang kita lakukan adalah kita mengaguminya dan kita belajar darinya dan berupaya juga menirunya dari sisi ilmu dan kesalehannya. Bukan malah cuma sibuk kagum dan lupa memperbaiki diri. Kalau  begini gayanya, kita tidak akan pernah punya pencapaian apapun dalam hidup ini. Dan cuma jadi ekor (follower) bukan pemain dalam hidup ini.

Mending menjadi orang kualitas no. 2, kalau begini gayanya mah kita orang paling nyungsep dalam hidup ini. Boleh jadi.

Contoh Kasus:

  • Ada orang yang punya prestasi akademik yang luarbiasa?

Lantas kita kagum? Ya haruslah malah. Karena artinya kita mengapresiasi pencapaiannya. Namun, yang tidak diperkenankan adalah berlebihan meresponnya sampai di pikiran kita seolah kita tidak akan pernah bisa seperti dia.

  • Ada orang yang bisa menghapalkan Al-qur’an 30 Juz. Hebat? Kagum?

Iya boleh Anda kagum. Namun jangan stop di situ. Justru kita bentuk keyakinan baru, “Oke  gw juga bisa kayak dia, gw mau bisa juga menghapalkan Al-Qur’an.”  Nah, nantinya kita berproses dan mau belajar seperti orang tersebut.

  • Ada orang bisa sukses dalam finansialnya? Hebat? Kagum?

Iya sah-sah saja kagum. Namun kita harus juga memunculkan rasa ingin tahu dan ingin belajar seperti orang yang kita kagumi tersebut. Kenapa ya dia bisa? Kalau dia bisa, gw juga mau coba untuk bisa. Nah dari situ kita akan berproses untuk cari tahu bahkan sampai ingin tahu segala aktivitas orang tersebut.

Ini pula yang saya sebut dengan Sense Of Keponess. Rasa kepo , ingin tahu terhadap apa yang dilakukan oleh orang-orang sukses. Ini bagus, dan orang-orang sukses di dunia pun melakukannya.

Rifa Mulyawan

Lagipula sebenarnya, sesuatu yang istimewa bagi kita terhadap orang lain, namun bagi orang yang melakukannya adalah biasa saja. Karena dia sudah terlatih, sedang kita tidak. Jadi berhentilah dari sekedar kagum, dan justru ambil posisi untuk berbenah. Siap berbenah, siap dengan perubahan!

Kalaulah Anda menjadi pemain dalam hidup ini, Anda yang mungkin dihujat, dicaci, karena kesalahan Anda, tapi Anda jugalah yang mendapat pujian, senyuman, apresiasi, dari orang lain karena prestasi Anda. Hidup ini pilihan, mau jadi seperti apa?

 

LIHAT DIA YANG MAHA MEMBISAKAN, MEMAMPUKAN!

Anda saat ini, mungkin memang lemah segalanya. Lemah finansialnya, ilmunya, temannya, gurunya, dan sebagainya. Tapi bukankah Anda masih punya Tuhan yang Maha Memungkinkan,  Maha Membisakan apa pun itu?

Sering saya ucapkan, kalau kita bermimpi besar berarti kita yakin bahwa Tuhan Maha Besar, sebaliknya kalau mimpi kita remeh atau kecil-kecil saja berarti sama saja kita mengecilkan kemampuan Tuhan, sama saja kita meremehkan potensi Tuhan. Wong Tuhan mampu kok kasih besar, lho lantas kenapa kita minta yang kecil-kecil saja? Impian adalah bukti iman kita. Percaya?

Kalau Visi kita besar, keyakinan kita besar, Tuhan pun akan memampukan kita untuk mewujudkannya. Tuhan sesuai dengan persepsi hamba-Nya, tho? Jadi, ketika muncul keistimewaan dari orang lain, kita merasa kerdil olehnya, kita ingat dengan Tuhan kita, dan mintalah pada-Nya, hanya kepada-Nya.

Sekarang Anda yang tentukan mau jadi Pemain atau hanya Pengekor (follower)?  Kalau ingin jadi Pemain bahkan Pemain Utama dalam hidup ini, So, dari sekarang mulailah tentukan Role Model Anda dan berupayalah sebaik mungkin untuk belajar dan meniru action-action dari Role Model Anda itu.

Saya yakin justru Anda bisa lebih baik dan melampaui orang tersebut. Asalkan Anda tidak berhenti hanya sekedar kagum, melainkan Anda justru punya ambisi untuk berubah, untuk terus memperbaiki diri dari waktu ke waktu. O ya jangan lupa pakai target dan pakai metode S.M.A.R.T.

Tahu metode S.M.A.R.T?

 

Ditulis: 30 Juni 2016

Alghi Fari Hasibuan (@al_ghifariHSB)

(Founder AOKlandz Indonesia // Inisiator #MudaJagoInvestasi // Trainer Right Brain Accounting Training)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *