Ketaatan Pengundang REZEKI, Benarkah?

Ketaatan Pengundang REZEKI, Benarkah?

LOGIKA SAJA

Ketaatan AOKLANDZ

Bagaimana bisa ritual ibadah kita kepada Sang Pencipta tidak berkaitan dengan rezeki kita?Bagaimana bisa….?

Justru bagi saya ketaatan memang mampu meningkatkan potensi rezeki kita. Sangat mampu! Bahkan amalan-amalan dalam ibadah pun mengisyaratkan demikian secara jelas. Ibadah-ibadah wajib dan sunnah dalam agama mampu menciptakan kita menjadi pribadi yang unggul, tangguh, dan kompeten.  Lantas, bagaimana bisa kita tidak menjadi pemenang dalam hidup ini?

Lagi pula,  jika Anda perhatikan dalam ibadah mengajarkan kita tentang kedisiplinan, konsistensi, kesabaran, keikhlasan, syukur,  ketelitian, ketenangan, termasuk juga kesehatan, pokoknya yang bagus-bagus semua. Pertanyaannya, adakah yang buruk dari praktik beragama (ibadah)?Kita semua sepakat mengatakan tidak ada.Semuanya baik. Lantas pastilah akan berefek dengan kebaikan-kebaikan dunia atau prestasi-prestasi dunia kita. Sepakat?

 

IBADAHKU KESUKSESANKU

Saya katakan sukses di sini termasuk juga sukses finansialnya. Memang ibadah yang satu ini mengisyaratkan tentang rezeki bukan yang lain. Sekali lagi bukan yang lain! Ibadah apa itu? Teman-teman tahu tentang Sholat Dhuha?Ya, pasti teman-teman juga sudah tahu dan juga biasa merutinkannya.Bahkan banyak yang mengatakan shalat dhuha adalah shalatnya rezeki.

Lupi, Riyandi, Kusnadi

Why? Karena, sampai-sampai do’anya pun soal rezeki semua. Perhatikan dalam do’a setelah berdhuha yang menjadi tuntunan pertama kali oleh ahli hukum (fuqaha) ,seperti oleh asy-Syarwani dalam Syarh Minhaj dan ad-Dimyati dalam l’anatut-Thalibin. Do’a setelah sholat Dhuha tersebut secara jelas, “Ya Allah jika rezeki ku masih di langit, maka turunkanlah, jika rezeki ku masih di perut bumi, maka keluarkanlah, jika masih jauh, maka dekatkanlah, Jika rezeki ku masih haram, sucikanlah,..”

Do’anya memang tentang rezeki bukan yang lain, tho?

Kan kita memang boleh minta-minta.Boleh. Iya boleh, asal minta-mintanya sama Allah. Justru harus minta sama Dia. Harus. Karena sudah sepantasnya kita minta Rezeki ke Allah, mau minta sama siapa lagi? Justru kalau minta sama orang lain yang tidak boleh. Haram.

Tapikan ibadah tergantung niatnya….?

Ya, memang niatnya semata mengharapkan ridhoNya tapi bonus atau efek sampingnya yang Allah berikan di antaranya adalah tambahan rezeki.Ada efek sampingnya.Sama seperti puasa, niatnya lillahi ta’ala baru deh bernilai pahala.Namun, Allah juga kasih nilai tambah berupa kesehatan.Puasa  dapat dibuktikan secara medis menyehatkan tubuh. Misalnya:

Hasil penelitian Dr. Ebrahim Kazim, dari Trinidad Islamic Academy, dengan menggunakan EEG (perekam gelombang otak) menunjukkan puasa membuat tidur lebih berkualitas atau Deep sleep, sehingga berpengaruh pada perbaikan tubuh dan otak.

Tahukah teman-teman, sampailah pada suatu kesimpulan dari berbagai penelitian bahwa semua ibadah itu ternyata baik bagi kesehatan.Lagi-lagi kebaikan.

Masih perlu contoh? Kita bisa lihat beberapa pembuktian dari sudut pandang PENGEMBANGAN DIRI berikut ini:

#1 – Pembuktian dari Sholat 5 Waktu

Dari Sholat 5 waktu kita belajar tentang kedisiplinan atau konsistensi.Sukses butuh kedisiplinan, kita semua tahu tentang itu. Contohnya untuk menjadi seorang expert butuh 10.000 jam kerja.  Maka ada ungkapan “Hukum 10. 000 Jam” di mana teori 10 ribu jam ini dimuat dalam buku “Outliers” karya Malcolm Gladwell.Dari sholat kita belajar disiplin termasuk juga tepat waktu.Karena idealnya sholat 5 waktu adalah tepat waktu.Bukan main!

Sujud

#2 – Pembuktian dari Sholat Shubuh dan Sholat Tahajjud

Dari Tahajjud atau sholat shubuh apa yang kita bisa maknai? Salah satunya adalah ‘PERSIAPAN LEBIH AWAL’.Hidup ini ‘cepat-cepatan’.Jadi salah dengan pola pikir ‘alon-alon asal kelakon.’

‘Alon-alon asal kelakon’ itu cocoknya di jalan raya, seperti jangan kebut-kebutan karena membahayakan diri sendiri dan orang lain, tapi tidak lantas bisa digunakan di seluruh aspek terutama untuk meraih  kesuksesan. Anda justru harus gesit.Gesit banget malah. Gesit dalam hal apa? Ya gesit (lebih dulu) tahu tentang ilmunya (belajar), dan gesit juga dalam hal praktiknya (action).

Berdoa

Bayangkan dalam agama sesungguhnya kita bukan diperintahkan bangun pagi, tapi bangun shubuh. Idealnya bukan bangun shubuh  malah, melainkan bangun sebelum shubuh (tahajjud).

Artinya apa? Kalau kita bangun jam 4 pagi saja artinya kita mempersiapkan dunia ini lebih awal daripada yang lainnya. Di saat orang lain bangun jam 6 pagi, berarti Anda bangun 2 jam lebih awal dan artinya Anda mempersiapkan 2 jam lebih baik dari orang lain.

Belajar dari Rossi dalam MotoGP 2015 dalam Grand Prix Valencia (08/11/2015).Rossi kala itu finish di posisi ke-4 dalam perhelatan akbar tersebut. Banyak yang menyayangkan kekalahan Rossi.Kenapa?

Karena seharusnya Rossi bisa saja menjadi juara dunia saat itu. Hanya saja satu penyebab kegagalan Rossi kala itu adalah karena Rossi start pada posisi ke-26 dikarenakan mendapat hukuman Race Direction. Seluruh pengamat sepakat kalau saja Rossi tidak start di posisi ke-26, atau seandainya  Rossistart posisi ke- 5 saja, besar kemungkinan Rossi menjadi juara dunia kembali mengalahkan Lorenzo.

Ini contoh sederhana kalah start.MakanyaLebih cepat lebih baik! Lebih cepat dalam memulai berbagai hal.Segera-segera, langsung-langsung, sekarang-sekarang. Inilah mental pemenang!

Valentino Rosi

Dalam Al-Qur’an disebutkan terkait ‘CEPAT-CEPATAN’ yaitu dalam Surat Al-Mu’minun Ayat 61:

“Mereka itu bersegera dalam kebaikan-kebaikan dan merekalah orang-orang yang lebih dahulu memperolehnya.”

#3 – Pembuktian dari Puasa

Puasa mengajarkan kita juga tentang kesabaran, pengendalian diri,  dan fadhilah lainnnya adalah emosi yang stabil serta dampak kesehatan bagi tubuh. Ini luar biasa, ini inti-inti semuanya malah untuk sukses. Tanpa sabar dan emosi yang stabil, tentunya akan sulit jernih dalam berpikir dan mengambil keputusan yang tepat. Betul bro?

Hikmah Puasa

#4 – Pembuktian dari Sedekah (Biangnya Kekayaan)

Ini apalagi. Lebih-lebih…Inilah jurus kekayaan selain dhuha.Sedekah adalah ibadahnya semua agama, bahkan yang tidak punya agama sekalipun. Karena memang non muslim yakin akan balasan setiap kebaikannya, termasuk sedekah. Cukup banyak ayat yang menekankan bahwa sedekah berbalas.Sekali lagi mereka yakin dengan Hukum Alam yang bekerja.

AOK bersedekah

Dalam  qur’an pun misalnya banyak yang membahas tentang balasan sedekah.

  • Silakan Cek: (S.  34: 39), (Q.S. 47: 37-38), (Q.S. 57 : 11), (Q.S 63 : 10).

“Belilah masalahmu dengan sedekah.” Masalah yang seperti apa? Seluruh masalah 1 solusi yaitu sedekah. Mau punya prestasi akademik? Punya keinginan Omzet naik? Punya hutang, sakit, ingin punya jodoh dan anak yang sholeh, dll. sedekahlah solusinya!

#5 – Pembuktian dari Dzikir

Dzikir atau apa-apa yang membuat kita ingat pada Allah, itulah dzikir. Contohnya, bisa membaca qur’an, istighfar, dan berdoa atau apa saja yang membuat kita ingat dengan Allah, itulah dzikir.  Dalam membaca qur’an misalnya mampu memberikan ketenangan .Memang hanyalah Dia, Maha Pemberi Ketenangan. (Q.S.48 : 4).

AOK bersedekah

Nah, lalu, Kira-kira ketenangan penting atau tidak dalam kesuksesan?

Ya sangat pentinglah.Bisa orang sukses grasak-grusuk tidak tenang? Tidak bisa,kan? hehehe.  Bisa berpikir jernih dan tepat dalam mengambil keputusan kalau tidak tenang?Bisa?Silakan teman-teman jawab sendiri.

#6 – Menghapalkan Qur’an

Di antaranya, Anda bisa belajar tentang kesabaran dan memberikan Anda kesadaran juga. Kesadaran apa? Kesadaran dalam berproses tentunya.

Wanita membaca Al-Qur;an

Untuk menjadi penghapal Qur’an 30 Juz, dari sudut pandang PENGEMBANGAN DIRI Anda bisa belajar:

  • Penetapan Target (Kita diharuskan untuk menetapkan target. Karena tanpa target tidak ada pencapaian. Right? So, dibuatlah apa itu target tahunannya, bulanan, bahkan sampai target harian. Atau bahkan target menghaplkan qur’an kurang dari 1 tahun. Maka akan menambah beban target yang harus dipenuhi per harinya.
  • Kedisiplinan / Konsistensi (Target harian yang diupayakan terealisasi butuh kedisplinan tingkat tinggi tentunya.)
  • Kesabaran (Karena, tidak mudah menghapalkan qur’an sekaligus menjaga hapalan yang sudah ada. Dan pelajaran tentang sabar dalam berproses.)

Persaaan Syukur (Rasa syukur karena diberikan kemudahan dalam menghapalkan Qur’an, dapat memperoleh kenikmatan dalam menambah hapalan demi hapalan Qur’an.)

#7 – Ketaatan Lainnya yang Diatur Qur’an dan Hadits

  • Seperti kita diperintahkan untuk bakti kepada orangtua (Q.S. 46 : 15), tidak berdusta, bersyukur, sabar (Q.S. 40 : 55), tidak sombong (S. 31 : 18), (Q.S. 57 : 22 -23),enggak boleh ghibah (Q.S.  49 : 12), tidak putus asa (Q.S. 39 : 53), (menerima segala ketetapan-Nya, dan segala aktivitas ketaaatan lainnya yang sesuai tuntunan Hadits dan Qur’an.

Berlomba-lombalah

JAMINAN ALLAH BISNIS YANG TIDAK MERUGI (Q.S.  35 : 29)

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah (Al-Qur’an) dan melaksanakan shalat dan menginfakkan sebagaian rezeki yang kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi.”– Surat Fatir Ayat ke-29

High Tech

Sejatinya ibadah-ibadah lain pun juga punya kandungan berbagai fadhillah bagi kehidupan dunia kita.Sehingga wajarlah Allah menjadikan kita umat terbaik.

 

MUNGKINKAH TAAT TAPI KERE?

Mungkin.Karena boleh jadi ada 1 yang kurang. Yaitu ilmu dunia dan action-action dunianya (Q.S. 58 : 11).Karena kita tidaklah terlepas dari Hukum Alam / Sunnatullah.Apa itu Sunnatullah? Sesuatu yang memang sudah Allah kunci dalam Al-qur’an sebagai sesuatu yang tidak akan berubah sampai kapan pun. Sekali lagi sampai kapan pun! Perhatikan ayat-ayat ini (Q.S  48 : 23), (Q.S.  33 : 62), (Q.S 35 : 43).

Seperti  apa yang telah Nabi Muhammad SAW katakan dalam haditsnya, Nabi mengatakan, Ingin sukses dunia ? Ada ilmunya.Mau sukses akhirat? Ada Ilmunya, ingin keduanya (dunia dan akhirat) ada ilmunya. Dari sabda Nabi pun lagi-lagi kita bisa lihat penekanan tentang pentingnya memiliki ilmu.

 

Kesimpulannya….

  • Sukses adalah hasil perpaduan antara ikhtiar bumi dan langit. Bagus dalam usaha fisik dengan ilmu bumi yang mumpuni yang dikolaborasikan dengan amalan-amalan sesuai perintah Allah (ilmu langit).

Percayalah, sesungguhnya rezeki memang berpihak kepada orang yang taat. Karena rezeki itu milik Allah! Baca: (Q.S. 35 : 2-3),  (Q.S. 39 : 52), (Q.S. 40 : 13), (Q.S.  40 : 64), (Q.S 42 : 27), (Q.S. 52 : 58), (Q.S 62 : 11), (Q.S 67 : 21).  Dan kita perlu bagus secara finansial yang tujuannya juga untuk memuluskan kebaikan demi kebaikan.Ada kalanya konflik sosial di tengah masyarakat pun

hanya bisa diredam dengan kekuasaan berupa uang. Sepakat?

Tuhan Mendengarmu

  • Para Nabi dan Sahabat terdekat Nabi Muhammad juga ada yang kaya, kan? Nabi Muhammad SAW sendiri lebih lama kayanya ketimbang masa-masa miskinnya, namun gaya hidupnya amatlah sederhana. Sederhana adalah gaya hidup (life style). Jadi kalau mau sederhana ya sederhana gaya hidupnya, bukan berarti tidak boleh kaya.
  • Kaya itu ujian tapi juga punya sisi kebaikan juga. Makanya Nabi pun bersabda, “Sebaik-baiknya kekayaan adalah dimilki oleh orang yang beriman.”
  • So, artinya kalaulah Anda sudah beriman hendaknya berharta juga. Dan yakinlah. Pakeyakin bahwa setiap ketakwaan / ketaatan kita akan memudahkan segala urusan. (S. 65 : 4).Dan Allah sesuai dengan prasangka hamba-Nya, maka prasangkakan hanya yang baik-baik saja. Right?

 

 

Terima kasih buat pembaca…^_^

Ditulis: 04 Juli 2016

Alghi Fari Hasibuan (@al_ghifariHSB)

Silaturahim lebih jauh: 081291237868

(Founder AOKlandz Indonesia // Inisiator #MudaJagoInvestasi //  1St Trainer Right Brain Accounting Training// Peraih Juara Olimpiade Akuntansi Nasional)Jama’ah… Alhamdu.. Lillah… 😀

—————————————————————————————————————————————–
Ingin Daftar Kontributor?

->

Pelatihan Akuntansi tercepat dan terhebat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *